Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Sebuah Penyelamat Indonesia dari Komunisme

Dicabutnya TAP MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967 berkaitan dengan tuduhan pengkhianatan terhadap Sukarno, yang dianggap memberikan kebijakan yang mendukung pemberontakan dan pengkhianatan G-30-S/PKI pada tahun 1965.

Kembali polemik pada tahun 1950-1960an dipenuhi kemelut politik ideologi yang paling serius berujung peristiwa pemberontakan dan pengkhianatan G-30-S/PKI tahun 1965.

Jika ditarik kebelakang dalam Dekrit Presiden 5 Juli 1959, sebelum Pemilihan Umum Kedua diselenggarakan. Dengan adanya dekrit Presiden 5 Juli 1959 membatalkan dan menyelamatkan ideologi Pancasila dari pengaruh ideologi komunisme pada saat itu. Dimana Partai Komunis Indonesia (PKI) berhasil mendominasi kantong-kantong Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Partai Nadhatul Ulama (NU) di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain itu, mengancam para elit politik, termasuk perwira Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), khususnya Angkatan Darat.

Pada saat, Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 mendapat dukungan penuh dari ABRI, khususnya Angkatan Darat. Dekrit Presiden Soekarno tersebut penyelamatan Indonesia dari Komunisme, karena PKI merupakan partai komunis terbesar ketiga setelah Uni Soviet dan RRT (Tiongkok) pada waktu itu.

Selamat Ulang Tahun Bung Karno. Al Fatihah. Aamiin

Suparman, Pimpinan Umum Redaksi Pungtuasi.com

Berita Terkait

Muhammad bin Abdullah Memang Memilih Iran Sejak Awal

Sekilas Dinamika Imperium Iran Pada masa Muhammad bin Abdullah, biasa dikenal Nabi Muhammad SAW, imperium Persia dipegang oleh Dinasti Sasaniah, dengan nama Rajanya, Khusru II. Khusru II adalah salah satu… Baca selengkapnya ->

Shoichi Sakata, Juni 1968 : Filsafat dan Metodologi Sains Masa Kini

Sumber : Suplemen Kemajuan Fisika Teoretis , No. 50, 1971. Pertama kali diterbitkan : dalam surat kabar berkala Universitas Nagoya ( Nagoya Daigaku Shinbun 13 Juni 1968, No. 300) yang diedit oleh mahasiswa, memuat pidato penulis… Baca selengkapnya ->

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Opini

Investasi Berkeadilan: Fondasi Ekonomi Pancasila

Investasi Berkeadilan: Fondasi Ekonomi Pancasila