Aktivis di Sekitar Hariman Siregar

Jika masih ada tokoh aktivis demokrasi yang sampai kini menjadi magnet gerakan, dr. Hariman Siregar adalah salah satunya.

Sehari-hari, Hariman Siregar selalu dilingkari aktivis muda dan senior. Dari angkatan 1980-an sampai 2000-an. Mereka menjadikan tokoh Malari 1974 itu sebagai orientasi nilai perjuangan di dalam melawan kekuasaan yang merusak demokrasi dan meminggirkan hak-hak publik. Terutama wong cilik.

Kompas Moral

Peran Hariman Siregar sebagai kompas moral gerakan, terhitung sudah 52 tahun. Yakni, sejak tahun 1974 ketika Malari meletus, sampai pemenjaraan dan pembebasan tokoh asal Medan itu dan hingga kini.

Hariman Siregar konsisten mewakafkan dirinya menjadi obor demokrasi, sejak era Orde Baru sampai Orde Pasca Reformasi. Konsistensi itu menjadikan dirinya menjadi ikon, simbol di dalam lanskap perjuangan sosial-politik, terutama yang digalang kaum muda.

Hariman Siregar sadar, perjuangan tanpa lembaga tidak lebih dari “hantu” yang gentayangan. Maka dia pun mendirikan INDEMO (Indonesian Monitor Democracy) yang kini sudah berusia 26 tahun. Di lembaga independen itulah, Hariman Siregar bersama kawan-kawan dekatnya, membangun gagasan alternatif demi memperkuat demokrasi substansial.

Selain itu, juga mengontrol praktik rezim-rezim yang berkuasa. Semua ini merupakan gerakan murni, bukan siasat untuk menaikkan posisi tawar politik terhadap kekuasaan; seperti sering dilakukan para politikus yang hanya berorientasi menikmati kekuasaan itu.

“Bang Hariman adalah mercusuar perjuangan kita,” ucap Ketua ProDem Bung Iwan Sumule.

Adapun di mata Bursah Zarnubi, bupati Kabupaten Lahat Sumsel, Hariman Siregar adalah orientasi nilai atau arah perjuangan sosial dan politik untuk menegakkan demokrasi.

“Selama Hariman Siregar masih hidup, kita semua ikut arah politiknya,” ujar Bursah menegaskan.

Spirit Filantropi

Bagi saya pribadi, yang sudah lebih dari 30 tahun mengikuti jejak perjuangan Hariman Siregar, beliau adalah pejuang demokrasi sekaligus pribadi yang memiliki komitmen dan integritas. Dalam rezim apapun, integritas dan komitmen itu selalu menyala. Karena itu, sangat pantas dia disebut sebagai tokoh yang bisa dipercaya (sesuatu yang sangat langka di negeri ini).

Hariman, seperti halnya tokoh-tokoh sosialis berkepribadian solider, tidak hanya mewakafkan ilmunya. Tapi juga integritas serta seluruh kemampuan yang dimiliki. Termasuk kemampuan finansial.

Jika ada aktivis yang sakit atau membutuhkan bantuan, Hariman Siregar langsung bergerak membantu. Begitu juga terkait dengan pengembangan potensi anak-anak muda, calon pemimpin bangsa. Di INDEMO, mereka diberi fasilitas pendidikan politik, khususnya demokrasi.

Tulisan ini saya kunci: selain sosok pejuang demokrasi yang konsisten dan tangguh, Hariman Siregar adalah pribadi yang hangat secara kemanusiaan. Dia punya spirit filantropi dan altruisme yang tinggi. (*)

Isti Nugroho, Seniman.

Berita Terkait

Muhammad bin Abdullah Memang Memilih Iran Sejak Awal

Sekilas Dinamika Imperium Iran Pada masa Muhammad bin Abdullah, biasa dikenal Nabi Muhammad SAW, imperium Persia dipegang oleh Dinasti Sasaniah, dengan nama Rajanya, Khusru II. Khusru II adalah salah satu… Baca selengkapnya ->

Shoichi Sakata, Juni 1968 : Filsafat dan Metodologi Sains Masa Kini

Sumber : Suplemen Kemajuan Fisika Teoretis , No. 50, 1971. Pertama kali diterbitkan : dalam surat kabar berkala Universitas Nagoya ( Nagoya Daigaku Shinbun 13 Juni 1968, No. 300) yang diedit oleh mahasiswa, memuat pidato penulis… Baca selengkapnya ->

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Opini

IQ Jongkok, Peradaban Busuk, Plastisitas Otak dan Treatment Peradaban Islam: Rahasia dan Solusinya

IQ Jongkok, Peradaban Busuk, Plastisitas Otak dan Treatment Peradaban Islam: Rahasia dan Solusinya